<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT. Gema Sukses Cemerlang</title>
	<atom:link href="http://www.franchise-gsc.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.franchise-gsc.com</link>
	<description>Franchise Super Bimbel GSC</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 07:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Super Bimbel GSC Penuhi Permintaan Outlet di Wilayah Jabodetabek</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/super-bimbel-gsc-penuhi-permintaan-outlet-di-wilayah-jabodetabek.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/super-bimbel-gsc-penuhi-permintaan-outlet-di-wilayah-jabodetabek.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Di permulaan Tahun 2010 kami banyak menerima pertanyaan sekaligus permintaan dari pebisnis yang berada di Kota Jakarta dan sekitarnya untuk membuka outlet GSC di Jakarta. Pada saat yang bersamaan pula kami sedang konsentrasi melaksanakan kegiatan di wilayah Sumatera sehingga permintaan untuk membuka outlet di Jakarta dan sekitarnya dengan sangat terpaksa harus kami tunda.
Pada pertengahan Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di permulaan Tahun 2010 kami banyak menerima pertanyaan sekaligus permintaan dari pebisnis yang berada di Kota Jakarta dan sekitarnya untuk membuka outlet GSC di Jakarta. Pada saat yang bersamaan pula kami sedang konsentrasi melaksanakan kegiatan di wilayah Sumatera sehingga permintaan untuk membuka outlet di Jakarta dan sekitarnya dengan sangat terpaksa harus kami tunda.</p>
<p>Pada pertengahan Tahun 2010 ini kami telah siap untuk berada di luar Sumatera dengan ambisi memberikan sekaligus berbagi konsep pendidikan non formal yang lebih menjawab kebutuhan orangtua akan pendidikan putra-putrinya. Mengapa? Karena saat ini Super Bimbel GSC telah mengembangkan sebuah konsep pembelajaran yang diadaptasi dari permasalahan yang muncul dalam kegiatan belajar mengajar siswa.</p>
<p>Dengan modal metode pengajaran yang baru serta didukung sistem usaha yang telah terbukti selama 11 Tahun serta manpower yang handal, Sekarang Super Bimbel GSC telah siap untuk hadir di luar Sumatera khususnya Jakarta. Untuk itu, Super Bimbel GSC akan menyelenggarakan kegiatan BUSINESS PRESENTATION usaha waralaba pendidikan non formal Super Bimbel GSC rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Agustus 2010 Jam 09.00-12.00 Wib bertempat di Grand Tropic Jakarta. Bagi anda yang berminat untuk mengetahui sekaligus &#8220;menangkap&#8221; peluang usaha ini bisa mendaftar (free registration) ke nomor 0813 77 980 980.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/super-bimbel-gsc-penuhi-permintaan-outlet-di-wilayah-jabodetabek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JOHANNES AGUS TARUNA RAIH PENGHARGAAN PEMUDA PELOPOR 2010</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/johannes-agus-taruna-raih-penghargaan-pemuda-pelopor-2010.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/johannes-agus-taruna-raih-penghargaan-pemuda-pelopor-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 01:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses berkali-kali meraih penghargaan baik tingkat daerah maupun nasional bersama lembaga pendidikannya, kali ini Johannes Agus Taruna owner dan founder Super Bimbel GSC meraih kembali penghargaan dari Walikota Palembang Ir. Eddy Santana Putra, MT. Yaitu sebagai Pemuda Pelopor Terbaik Bidang Kewirausahaan pada 20 Juni 2010 yang lalu dalam rangka HUT Kota Palembang yang ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses berkali-kali meraih penghargaan baik tingkat daerah maupun nasional bersama lembaga pendidikannya, kali ini Johannes Agus Taruna owner dan founder Super Bimbel GSC meraih kembali penghargaan dari Walikota Palembang Ir. Eddy Santana Putra, MT. Yaitu sebagai Pemuda Pelopor Terbaik Bidang Kewirausahaan pada 20 Juni 2010 yang lalu dalam rangka HUT Kota Palembang yang ke 1327.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Pak Yo panggilan akrab Johannes Agus Taruna menyampaikan rasa terima kasihnya dan merasa bangga atas prestasi ini.</p>
<div id="attachment_170" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://www.franchise-gsc.com/wp-content/uploads/2010/06/Pak-Yo.jpg" rel="wp-prettyPhoto[g166]"><img class="size-medium wp-image-170" title="Pemuda Pelopor" src="http://www.franchise-gsc.com/wp-content/uploads/2010/06/Pak-Yo-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Johannes Agus Taruna bersama Walikota Palembang Ir. Eddy Santana Putra</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/johannes-agus-taruna-raih-penghargaan-pemuda-pelopor-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Franchise GSC Menggelar Seminar Waralaba</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/franchise-gsc-menggelar-seminar-waralaba.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/franchise-gsc-menggelar-seminar-waralaba.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 04:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan Peluang Usaha Waralaba Dengan Mengikuti Seminar Bisnis Franchise GSC]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis Pendidikan Non Formal sangatlah prospektif, tahan akan gejolak ekonomi dan moneter Tahun 1986, 1997, 2007. Di tahun 2009 beromzet Rp 1,7 Trilliun. Di Indonesia sebanyak 89% siswa berusia 6-12 tahun golongan ABC sudah ikut les atau bimbingan belajar. Hasil survey di 8 kota besar di Indonesia 61% ikut les atau bimbel minimal 3 kali dalam seminggu. Bisnis Pendidikan adalah bisnis 3 in 1 karena menjangkau konsumen primer karena mempunyai uang saku. Konsumen anak sebagai influencer dan konsumen masa depan.</p>
<p>Anda tertarik dengan bisnis pendidikan bimbel? Ikuti Seminar Bisnis Franchise yang diselenggarakan oleh Franchise Super Bimbel GSC pada hari Sabtu 5 Juni 2010 jam 13.00-17.00 Wib di The Aryaduta Hotel Palembang. Untuk informasi lengkap dan registrasi silahkan menghubungi 0813 77 980 980.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/franchise-gsc-menggelar-seminar-waralaba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>butterfly</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/butterfly.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/butterfly.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[butterfly]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari ada seorang ibu yang membeli beberapa pohon bunga yang ada di pot. Bunga itu diletakkan di halaman rumah untuk menambah ke asrian dan keindahan rumahnya. Sambil berkata kecil dalam hati, ibu ini berdoa pada Tuhan, Ya Tuhan&#8230;Melalui bunga-bunga ini semoga nanti akan banyak berdatangan kupu-kupu indah kerumahku&#8230;</p>
<p>Lalu si ibu ini kembali lagi pada kesibukannya sehari-harinya, setelah seminggu berselang ia menunggu dan menunggu, mengapa tidak juga ada kupu-kupu yang ia lihat dihalaman rumahnya tersebut. Hingga suatu hari betapa kagetnya si Ibu mendapati bahwa bukannya kupu-kupu yang datang tapi malah Ulat bulu yang merambat pada pohon-pohon yang dibelinya itu.</p>
<p>Bukan main marahnya&#8230;.dan saking kesalnya si ibu ini dengan keras berkata&#8230;.bagaimana sich Tuhan ini&#8230; lah wong yang saya minta adalah kupu-kupu yang cantik, eh yang datang malah ulat-ulat jelek seperti ini. Sambil terus mengumpat, pot-pot bunga yang penuh dengan ulat bulu itu akhirnya dipindahkan dari taman ke tempat tersembunyi di dalam gudang.</p>
<p>Sebulan sudah berselang, dan ibu tersebut telah melupkan kejadian pohon-pohon di pot yang dipenuhi ulat bulu tersebut.</p>
<p>Dan tepat di hari yang ke 30 sejak kejadian tersebut, si ibu rupanya sedang mencari peralatan tamannya yang rupanya lupa ia taruh di gudang. Dan ketika ia membuka pintu gudang, betapa kagetnya, ia melihat begitu banyak kupu-kupu yang berwarna-warni dan sangat indah memenuhi gudang tersebut. Kupu-kupu itu satu demi satu mulai berterbangan keluar pada saat pintu gudang dibuka&#8230;untuk mencari bunga-bungaan disekitarnya.</p>
<p>Terang saja kejadian yang luar biasa ini telah membuat si ibu tadi menjadi diam tertegun, ia tidak bisa berkata-kata lagi, melainkan hanya memandangi satu persatu kupu-kupu yang keluar dari gudang menuju tamannya. Dan tanpa sadar kakinya bergerak melangkah mengikuti arah kupu-kupu tadi terbang.</p>
<p>Alangkah Indahnya tamanku saat ini&#8230;..si ibu berujar dalam hati&#8230;., Ya Tuhan&#8230;..ternyata ulat bulu yang dulu jelek itu kini telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan. Seandainya saja dulu aku tahu&#8230;&#8230;.katanya dalam hati&#8230;mungkin aku tidak akan pernah mengeluh dan merasa terusik dengan keberadaan mereka.</p>
<p>Wahai&#8230;para orang tua yang berbahagia dimanapun anda berada&#8230;, begitulah kita para orang tua dan guru pada umumnya, sering kali melihat dan menilai anak-anak kita bak ulat bulu, yang mengganggu dan membuat kita gatal untuk selalu mengeluh, marah dan berusaha menyingkirkan mereka.</p>
<p>Anak kita tidak ubahnya seperti ulat bulu yang sering kali dinilai berdasarkan sisi negatifnya saja, padahal dibalik itu semua ada sebuah proses metamorfosa yang tersembunyi&#8230;&#8230; ya sisi indah yang kelak akan dimunculkan-nya saat mereka dewasa.</p>
<p>Saya sering mendengar banyak orang tua dan guru yang mengeluhkan anaknya yang hiper aktif dan tidak mau diam atau tidak bisa tenang&#8230;., Padahal sesungguhnya kelak anak-anak ini akan menjadi orang yang sangat dinamis&#8230; kelak anak-anak ini akan mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan, atau malah memimpin lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.</p>
<p>Ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya keras kepala dan susah sekali di atur&#8230;..padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi Pimpinan-pimpinan oraganisasi/perusahaan yang sangat berhasil dangan peningkatan karir yang sangat cepat.</p>
<p>Atau ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih suka menyendiri melakukan seuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali. Padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi anak yang sangat unggul dibidang Sains Teknologi atau bisa juga menjadi Seniman-seniman kelas dunia, mereka adalah anak-anak yang peka dan penuh cinta kasih terutama pada orang tuanya&#8230;</p>
<p>Lain lagi misalnya ada orang tua yang mengeluhkan anaknya terlau cerewet dan tidak tahu malu&#8230;.bahkan cenderung malu-maluin katanya. Padahal sesunguhnya kelak anak-anak ini akan menjadi orang-orang yang terkenal karena kemampuan tampilnya di depan umum dan keberaniannya untuk berekpresi.</p>
<p>Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada&#8230;.Begitulah sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa anak-anak yang dulu pada saat masa kecilnya dianggap sebagai anak yang aneh dan menyebalkan seperti Ulat Bulu&#8230;namun nyatanya setelah mereka dewasa justru menjadi orang-orang yang sangat sukses dan terkenal di kehidupan.</p>
<p>Tapi bagaimana mungkin Sang Ulat Bulu akan bisa menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, jika kita semua selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, menjijikkan dan harus segera disingkirkan dari pandangan kita.</p>
<p>Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada&#8230;.Sesungguhnya..begitu banyak anak-anak Indonesia yang mengalami nasib mirip seperti ulat bulu tadi&#8230;.dan karena mereka selalu di anggap sebagai anak bermasalah maka mereka tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang indah&#8230;.yah&#8230;begitu malangnya mereka&#8230;..sampai akhirnyanya mereka harus tetap menjadi ulat bulu disepanjang hidupnya. ya Ulat bulu yang benar-benar mengganggu kehidupan kita semua&#8230;.</p>
<p>Mari kita renungkan bersama&#8230;..saya yakin&#8230;..jika kita semua mau berubah&#8230;kita akan banyak memiliki kupu-kupu indah yang berterbangan menghiasi seluruh bumi nusantara tercinta ini&#8230;.</p>
<p>Mari bersama-sama kita bangun Indonesia yang kuat melalui anak-anak kita tercinta.</p>
<p>Kalau bukan kita siapa lagi&#8230;? Kalau bukan sekarang Kapan lagi&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/butterfly.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DIILUSTRASIKAN OLEH THOMAS AMSTRONG Phd. PADA DEKADE 90-AN</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/diilustrasikan-oleh-thomas-amstrong-phd-pada-dekade-90-an.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/diilustrasikan-oleh-thomas-amstrong-phd-pada-dekade-90-an.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[DIILUSTRASIKAN OLEH THOMAS AMSTRONG Phd. PADA DEKADE 90-AN]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah-tengah hutan belantara Sumatera berdirilah sebuah sekolah untuk para binatang dengan status “disamakan dengan manusia”, sekolah ini dikepalai oleh seorang manusia.</p>
<p>Karena sekolah tersebut berstatus “disamakan”, maka tentu saja kurikulumnya juga harus mengikuti kurikulum yang sudah standar dan telah ditetapkan untuk manusia.</p>
<p>Kurikulum tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah ; setiap siswa harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan nilai minimal 8 pada masing-masing mata pelajaran.</p>
<p>Adapun kelima mata pelajaran pokok tersebut adalah; Terbang, Berenang, Memanjat, Berlari dan Menyelam</p>
<p>Mengingat bahwa sekolah ini berstatus “Disamakan dengan manusia”, maka para binatang berharap kelak mereka dapat hidup lebih baik dari binatang lainya, sehingga berbondong-bondonglah berbagai jenis binatang mendaftarkan diri untuk bersekolah disana; mulai dari; Elang, Tupai, Bebek, Rusa dan Katak</p>
<p>Proses belajar mengajarpun akhirnya dimulai, terlihat bahwa beberapa jenis binatang sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu;</p>
<p>Elang sangat unggul dalam pelajaran terbang; dia memiliki kemampuan yang berada diatas binatang-binatang lainnya dalam hal melayang di udara, menukik, meliuk-liuk, menyambar hingga bertengger didahan sebuah pohon yang tertinggi.</p>
<p>Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat; dia sangat pandai, lincah dan cekatan sekali dalam memanjat pohon, berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hingga mencapai puncak tertinggi pohon yang ada di hutan itu.</p>
<p>Sementara bebek terlihat sangat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang, dengan gayanya yang khas ia berhasil menyebrangi dan mengitari kolam yang ada didalam hutan tersebut.</p>
<p>Rusa adalah murid yang luar biasa dalam pelajaran berlari; kecepatan larinya tak tertandingi oleh binatang lain yang bersekolah di sana. Larinya tidak hanya cepat melainkan sangat indah untuk dilihat.</p>
<p>Lain lagi dengan Katak, ia sangat unggul dalam pelajaran menyelam; dengan gaya berenangnya yang khas, katak dengan cepatnya masuk kedalam air dan kembali muncul diseberang kolam.</p>
<p>Begitulah pada mulanya mereka adalah murid-murid yang sangat unggul dan luar biasa dimata pelajaran tertentu.</p>
<p>Namun ternyata kurikulum telah mewajibkan bahwa mereka harus meraih angka minimal 8 di semua mata pelajaran untuk bisa lulus dan mengantongi ijazah.</p>
<p>Inilah awal dari semua kekacauan.itu; Para binatang satu demi satu mulai mempelajari mata pelajaran lain yang tidak dikuasai dan bahkan tidak disukainya.</p>
<p>Burung elang mulai belajar cara memanjat, berlari, namun sayang sekali untuk pelajaran berenang dan menyelam meskipun telah berkali-kali dicobanya tetap saja ia gagal; dan bahkan suatu hari burung elang pernah pingsan kehabisan nafas saat pelajaran menyelam.<br />
Tupaipun demikian; ia berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi saat ia mencoba terbang. Alhasil bukannya bisa terbang tapi tubuhnya malah penuh dengan luka dan memar disana-sini.</p>
<p>Lain lagi dengan bebek, ia masih bisa mengikuti pelajaran berlari meskipun sering ditertawakan karena lucunya, dan sedikit bisa terbang; tapi ia kelihatan hampir putus asa pada saat mengikuti pelajaran memanjat, berkali-kali dicobanya dan berkali-kali juga dia terjatuh, luka memar disana sini dan bulu-bulunya mulai rontok satu demi satu.</p>
<p>Demikian juga dengan binatang lainya; meskipun semua telah berusaha dengan susah payah untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak dikuasainya, dari pagi hingga malam, namun tidak juga menampakkan hasil yang lebih baik.</p>
<p>Yang lebih menyedihkan adalah karena mereka terfokus untuk dapat berhasil di mata pelajaran yang tidak dikuasainya; perlahan-lahan Elang mulai kehilangan kemampuan terbangnya; tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat lagi berenang dengan baik, sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek-robek karena terlalu banyak berlatih memanjat. Katak juga tidak kuat lagi menyelam karena sering jatuh pada saat mencoba terbang dari satu dahan ke dahan lainnya. Dan yang paling malang adalah Rusa, ia sudah tidak lagi dapat berlari kencang, karena paru-parunya sering kemasukan air saat mengikuti pelajaran menyelam.</p>
<p>Akhirnya tak satupun murid berhasil lulus dari sekolah itu; dan yang sangat menyedihkan adalah merekapun mulai kehilangan kemampuan aslinya setelah keluar dari sekolah. Mereka tidak bisa lagi hidup dilingkungan dimana mereka dulu tinggal, ya&#8230;. kemampuan alami mereka telah terpangkas habis oleh kurikulum sekolah tersebut. Sehingga satu demi satu binatang-binatang itu mulai mati kelaparan karena tidak bisa lagi mencari makan dengan kemampuan unggul yang dimilikinya..</p>
<p>Para Orang tua dan guru yang saya cintai tidakkah kita menyadari bahwa sistem persekolahan manusia yang ada saat inipun tidak jauh berbeda dengan sistem persekolahan binatang dalam kisah ini. Kurikulum sekolah telah memaksa anak-anak kita untuk menguasai semua mata pelajaran dan melupakan kemampuan unggul mereka masing-masing. Kurikulum dan sistem persekolahan telah memangkas kemampuan alami anak-anak kita untuk bisa berhasil dalam kehidupan menjadi anak yang hanya bisa menjawab soal-soal ujian.</p>
<p>Akankah nasib anak-anak kita kelak juga mirip dengan nasib para binatang yang ada di sekolah tersebut?</p>
<p>Bila kita kaji lebih jauh produk dari sistem pendidikan kita saat ini bahkan jauh lebih menyeramkan dari apa yang digambarkan oleh fabel tersebut; bayangkan betapa para lulusan dari sekolah saat ini lebih banyak hanya menjadi pencari kerja dari pada pencipta lapangan kerja, betapa banyak para lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digelutinya selama bertahun-tahun, sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya. Betapa para lulusan sekolah tidak tahu akan dunia kerja yang akan dimasukinya, jangankan kemapuan keahlian, bahkan pengetahuan saja sangatlah pas-pasan, betapa hampir setiap siswa lanjutan atas dan perguruan tinggi jika ditanya apa kemampuan unggul mereka, hampir sebagian besar tidak mampu menjawab atau menjelaskannya. Atau bahkan untuk sekedar membuat CV yang bagus saja tidak banyak lulusan perguruan tinggi yang mampu melakukannya.</p>
<p>Begitupun setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan, berapa banyak dari mereka yang tidak memberikan unjuk kerja yang terbaik serta berapa banyak dari mereka yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaanya. Belum lagi kita bicara tentang carut marut dunia pendidikan yang kerapkali dihiasi tidak hanya oleh tawuran pelajar melainkan juga tawuran mahasiswa. Luar biasa “Maha Siswa” julukan yang semestinya dapat dibanggakan dan begitu agung karena Mahasiswa adalah bukan siswa biasa melainkan siswa yang “Maha”. Namun nyatanya ya Tawuran juga, malah belakangan ini yang tawuran adalah mahasiswa para calon guru. Mau jadi apa anak-anak muridnya kelak.</p>
<p>Apa yang menjadi biang keladi dari kehancuran sistem pendidikan di dunia pada umumnya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/diilustrasikan-oleh-thomas-amstrong-phd-pada-dekade-90-an.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krisis, Bisnis Waralaba Kian Diburu</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/krisis-bisnis-waralaba-kian-diburu.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/krisis-bisnis-waralaba-kian-diburu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 09:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Waralaba memang menebar aroma harum saat krisis melanda. Akan tetapi, kini pemerintah telah memperketat pengaturan usaha waralaba. Jadi, tak sembarang waralaba bisa diedarkan. Walaupun begitu, sebaiknya calon terwaralaba tetap jeli memilih usaha waralaba.
Berusaha di bidang waralaba sudah menjadi tren wirausaha saat ini. Hanya dengan sejumlah modal, seseorang mampu menjalankan sebuah usaha tanpa harus memulainya dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waralaba memang menebar aroma harum saat krisis melanda. Akan tetapi, kini pemerintah telah memperketat pengaturan usaha waralaba. Jadi, tak sembarang waralaba bisa diedarkan. Walaupun begitu, sebaiknya calon terwaralaba tetap jeli memilih usaha waralaba.</p>
<p>Berusaha di bidang waralaba sudah menjadi tren wirausaha saat ini. Hanya dengan sejumlah modal, seseorang mampu menjalankan sebuah usaha tanpa harus memulainya dari nol. Datangnya krisis global membuat peluang usaha jenis ini semakin diburu. Bahkan tahun 2009 ini, usaha waralaba dan lisensi diperkirakan bertumbuh sampai 15%.</p>
<p>Menurut data dari Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), tahun 2008 lalu jumlah perusahaan yang terdaftar sebagai usaha waralaba dan lisensi mencapai 518 perusahaan dan dengan total 41.385 gerai. Dari jumlah tersebut, omzet yang dibukukan usaha ini mencapai Rp 4,4 triliun per bulan. Bukan jumlah yang kecil tentunya, apalagi usaha waralaba ini telah menyerap 890.128 tenaga kerja sepanjang tahun 2008 lalu.</p>
<p>Namun, tak mudah memilih waralaba apa yang cocok bagi pebisnis pemula. &#8220;Sebaiknya, pelaku usaha pemula memilih waralaba yang bisnisnya sudah diset sedemikian rupa. Sementara pelaku usaha yang sudah berpengalaman sebaiknya memilih usaha lisensi, karena dengan usaha jenis ini pelaku usaha bebas mengembangkan usahanya,&#8221; saran Amir Karamoy, Ketua Dewan pengarah WALI kepada KONTAN (22/2).</p>
<p>Untuk menyortir waralaba mana yang cocok, sebaiknya calon terwaralaba mempelajari aspek hukumnya terlebih dahulu. Koridor hukum waralaba sebagai alternatif investasi sudah diatur dalam UU NO. 20/2008, Permendag No. 3 PP 31/2008 dan PP No. 42/2007. Sementara untuk usaha lisensi, koridor hukumnya terdapat pada semua Undang-undang yang berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual (HKI).</p>
<p>Beberapa hal yang harus diperhatikan calon terwaralaba antara lain, usaha waralaba yang diliriknya harus memiliki ciri khas usaha, terbukti telah memberikan keuntungan, memberikan standar pelayanan barang dan jasa secara tertulis, sudah diajarkan dan diterapkan, serta adanya dukungan pihak pewaralaba secara kontinyu, dan, HKI telah terdaftar.</p>
<p>Beberapa tips diatas telah diterapkan oleh Sada Sardjono. Mantan pegawai yang kena PHK ini telah membeli usaha waralaba kebab Turki Baba Rafi sejak 16 Mei 2007 lalu. Tak sampai setahun, bisnisnya telah balik modal dan Sada pun pernah menyabet posisi top sales nasional di Baba Rafi.</p>
<p>Kini, Sada menggenggam penghasilan antara Rp 1,7 juta sampai Rp 5,5 juta per hari. Bahkan tawaran untuk mengisi menu pernikahan pun dilakoninya. &#8220;Sebaiknya, cari merek waralaba yang benar-benar bonafid,&#8221; ujar pria 44 tahun ini. Karena, merek dagang yang bonafid mencerminkan performance atau kinerja manajemen perusahaan tersebut. &#8220;Untuk mengukur bonafiditasnya, lihat dari gerai yang sudah jalan,&#8221; saran bapak dua anak ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Sada mengajak calon terwaralaba melihat bagaimana isi perut perusahaan waralaba tersebut. Misalkan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya, apakah mendukung kinerja terwaralaba atau tidak. Selain itu, perhatikan pula perilaku owner serta kerapihan sistem waralabanya. &#8220;Hati-hati dengan tawaran waralaba yang pewaralabanya baru buka satu toko, lalu tiba-tiba di-franchisekan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Nah, kalau semua hal diatas sudah terpenuhi, tinggal pilih waralaba apa yang diminati dan sesuaikan dengan bujet yang ada. Tak lupa, Sada mengingatkan agar terwaralaba harus menyiapkan lokasi tempat usaha yang strategis. &#8220;Usaha ini bisa jeblok gara-gara lokasi. kecuali kalau merek waralabanya sangat kuat sekali sampai-sampai orang rela harus datang ke lokasi tersebut hanya untuk dapat produknya,&#8221; pungkas Sada.</p>
<p>Sumber : kontan online</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/krisis-bisnis-waralaba-kian-diburu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GSC..PIONIR WARALABA DARI SUMATERA</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/berita/gsc-pionir-waralaba-dari-sumatera.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/berita/gsc-pionir-waralaba-dari-sumatera.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 01:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[GSC..PIONIR WARALABA DARI SUMATERA]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis Franchise Pertama Asal Sumatera yang Sukses Go National</p>
<p>Memang sejatinya mengembangkan bisnis yang bermuara di seberang luar Pulau Jawa tentu tidak mudah. Semua tahu bahwa pemain-pemain asal Tanah Jawa tampak andal dan tangguh dalam menaklukkan pasar seluruh negeri.</p>
<p>Namun demikian, bukan berarti kesuksesan berbisnis franchise hanya milik pemain-pemain asal Jawa saja semata. Johannes Agus Taruna yang tercatat sebagai wong Palembang telah membuktikannya lewat Super Bimbel &#8220;GSC&#8221;.</p>
<p>Ya&#8230;Merangsek pasar industri franchise dari tanah jawa ke skala nasional itu sudah biasa. Tetapi, Super Bimbel &#8220;GSC&#8221; asal Palembang tampaknya telah sukses membalikkan kebiasaan itu. Tercatat sebagai bisnis franchise pertama asal sumatera yang telah sukses go national, bahkan hebatnya lagi ternyata waralaba pertama di Indonesia yang resmi diakui oleh pemerintah RI lewat PP No.42 tahun 2007 adalah Super Bimbel GSC lewat diterbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dengan No.001/STPW/XI/2008.</p>
<p>Dan baru-baru ini di penghujung tahun 2009 Super Bimbel &#8220;GSC&#8221; mengantungi 2(dua) penghargaan sekaligus dari Majalah Info Franchise dan Asosiasi Franchise Indonesia, yakni The second runner up  Franchise Start Up Award 2009 dan Finalis Indonesia Young Enterpreuner Franchise Award 2009.</p>
<p>Untuk diketahui dalam kurun waktu 11 tahun (Sejak 1999) telah hadir Super Bimbel GSC di Kota Palembang. Dan hingga saat ini telah menjadi market leader di seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan. Artinya di Sumbagsel di mana hadir GSC di sana, disitunya juga GSC tercatat sebagai market leader. Setiap tahunnya kami membimbing total lebih dari 5000 siswa demikian jelas Johannes. Sungguh satu angka yang sangat fantastis dengan jumlah outletnya sekarang 16 outlet, berarti setiap outletnya rata-rata memiliki 300-400 orang siswa, satu jumlah yang sangat sulit disaingi oleh kompetitor manapun, termasuk bimbel-bimbel asal pulau Jawa.</p>
<p>Tidak hanya itu di setiap tahunnya, Bimbel yang juga meraih Penghargaan sebagai Bimbingan Belajar Terbaik Versi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ini, juga menjalin kerjasama dengan PT Kandel ,Penerbit buku-buku dan hasil-hasil karya Prof. Yohanes Surya dengan Kelas Unggulnya. Kelas yang dikemas khusus dengan metode pembelajaran yang unik yakni gampang, asyik dan menyenangkan. Sehingga sangat wajar saja sejak 2005 &#8220;GSC&#8221;  hampir 90%  setiap tahunnya meluluskan siswa/i nya ke bangku Perguruan Tinggi Negeri ternama di seluruh Indonesia.</p>
<p>Untuk bisnis franchisenya &#8220;GSC&#8221; mengenakan biaya initial fee diawal untuk selama 5 tahun senilai Rp 125 jt dengan total investasi Rp 300-350 jt dan royalti fee senilai 12% perbulan dari omzet. Dengan perhitungan BEP antara 12-18 bulan telah dapat diraih oleh penerima waralaba. Bahkan pada kenyataan di lapangan banyak penerima waralaba GSC yang mampu membuktikan meraih BEP tidak lebih dari 6(enam) bulan. Anda tertarik?</p>
<p>Silahkan menghubungi<br />
PT Gema Sukses Cemerlang<br />
Jl. R. Soekamto No.3150-3151 Palembang<br />
Telp (0711) 821514 Fax(0711)825799<br />
Atau Contact Person Izoel Syafei di 0813 77 980 980<br />
www. <a href="http://franchise-gsc.com/" target="_blank">franchise-gsc.com</a><br />
Email : <a href="mailto:franchise@franchise-gsc.com">franchise@franchise-gsc.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/berita/gsc-pionir-waralaba-dari-sumatera.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kewirausahaan untuk anak-anak sejak dini</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/franchise/pendidikan-kewirausahaan-untuk-anak-anak-sejak-dini-2.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/franchise/pendidikan-kewirausahaan-untuk-anak-anak-sejak-dini-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 01:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Mencanangkan Pendidikan Kewirausahaan sejak SD bahkan TK. Enterpreunership mampu menolong diri sendiri untuk menolong orang lain.
Beda Pengusaha VS Enterpreuner
Kalau Enterpreuner pasti pengusaha, kalau pengusaha belum enterpreuner. Seorang Pengusaha bisa menjadi pengusaha bisnis karena warisan,pemberian,atau fasilitas khusus. Tidak demikian dengan seorang Enterpreuner dia memulainya dari ”nol”. Dengan modal tekad, ketekunan,kreatifitas,inovasi dan daya juang yang tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Mencanangkan Pendidikan Kewirausahaan sejak SD bahkan TK. Enterpreunership mampu menolong diri sendiri untuk menolong orang lain.</p>
<p>Beda Pengusaha VS Enterpreuner</p>
<p>Kalau Enterpreuner pasti pengusaha, kalau pengusaha belum enterpreuner. Seorang Pengusaha bisa menjadi pengusaha bisnis karena warisan,pemberian,atau fasilitas khusus. Tidak demikian dengan seorang Enterpreuner dia memulainya dari ”nol”. Dengan modal tekad, ketekunan,kreatifitas,inovasi dan daya juang yang tinggi akhirnya lahir seorang enterpreuner sejati.</p>
<p>Enterpreuner sejati inilah yang akhirnya mampu menolong banyak orang lewat usaha, bisnisnya&#8230;karena proses yang teruji biasanya usaha/bisnisnya tahan uji, panjang umurnya&#8230;sementara &#8230;.</p>
<p>Fenomena kedua</p>
<ol>
<li>JumlahEnterpreuner di Indonesia terlalu sedikit</li>
<li>Singapore memiliki enterpreuner sebanyak 7,2 % dari total pemduduk. Padahal tahun 2001 hanya tercatat 2,1 persen</li>
<li>Amerika Serikat dari 280 juta pddknya jumlah enterpreunernya sekitar 2,14 %</li>
</ol>
<p>Sementara Indonesia dari total jumlah penduduk sekitar 230 jt hanya 0,18 % setidaknya Indonesia membutuhkan 4,4 juta enterpreuner.</p>
<p>Fenomena pertama</p>
<ol>
<li>Minat PNS Tinggi sekali, tetapi peluangnya sedikit. Dari ratusan ribu jumlah pelamar paling tinggi hanya 20% yang diterima, 80%nya ke mana ?</li>
<li>Satu lowongan kerja diperebutkan oleh 200 pelamar</li>
<li>Sebuah Televisi Swasta Nasional membuka lowongan pekerjaan di sebuah media surat kabar paling besar di Indonesia, lebih dari 110.000 pelamar kerja bersaing mendapatkan 500 kesempatan kerja. Sungguh menyakitkan satu lowongan kerja diperebutkan 200 pelamar.</li>
<li>Banyak yang kerja tidak sesuai kompetensinya. Sarjana A kerja di kompetensi B, sehingga tidak maksimal dan tidak enjoy&#8230;diakibatkan karena lapangan pekerjaan yang terbatas.</li>
<li>Menjadi TKI karena lowongan pekerjaan sangat langka</li>
<li>Pengangguran terdidik sangat besar jumlahnya di Indonesia. Setiap tahun seluruh PT di Indonesia paling tidak menghasilkan &gt; 300 ribu lulusan. Sebagai contoh tahun lalu terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi, namun daya serap lapangan kerja untuk mereka terlalu sedikit, Februari 2009 lalu paling tidak ada 890.000 lulusan perguruan tinggi yang menganggur,Sungguh angka yang sangat mencemaskan.Dalam waktu enam bulan,dari Agustus 2008 hingga Februari 2009, pengangguran terdidik naik sebesar 66.578 orang(9,88 persen), artinya dalam setahun naik mencapai 20 persen.</li>
</ol>
<ol>
<li>Untuk menekan laju jumlah pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan inilah Presiden mencanangkan pendidikan sebagai salah satu strategi , salah satu solusinya.</li>
</ol>
<p>Mengapa melalui pendidikan ?</p>
<p>Alas an Pertama</p>
<p>Apa yang akan terjadi di masa depan dicerminkan oleh apa saja yang terrjadi saat ini dalam dunia pendidikan. Kalau sejak kini Indonesia melakukan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah, maka pada masa mendatang akan muncul enterpreuner-enterpreuner muda dan baru. Kalau kita tidak mengajarkan Enterpreunership maka Enterpreuner-Enterpreuner baru hanya akan tumbuh secara kebetulan saja.</p>
<p>Selama lebih dari 10 tahun saya bersyukur kepada Tuhan diberi kesempatan banyak belajar dari pengalaman hidup ini,kemudian memiliki sebuah lembaga pendidikan non formal yang sudah mulai dikenal di seluruh Indonesia. Dari lembaga pendididikan ini secara langsung atau tidak langsung muncul puluhan bahkan saya percaya nanti akan menjadi ratusan, mereka adalah pemimpin2 di outletnya, generasi muda yang enterpreunerial padahal sebenarnya mereka tidak berasal dari keluarga enterpreuner&#8230;mengapa ini bisa terjadi?</p>
<ul>
<li>Karena mereka dilatih dengan budaya yang kental, keinginan kuat untuk belajar dan mau mengembangkan diri.budaya yang mempengaruhi mindset,pola pikir,cara kerja dan kebiasaan mereka sebagai profesional2 muda.</li>
</ul>
<ul>
<li>Saya memang sengaja memberi pelatihan2 atau tambahan pendidikan bisnis sebanyak mungkin kepada profesional muda saya</li>
</ul>
<ul>
<li>Memberikan pengalaman lamgsung kepada profesional muda tersebut, dengan memberikan kewenangn2 besar (tentu dengan tanggung jawab),sehingga lsg tidak lsg mendorong mereka berpikir kreatif dan inovatif , punya byk ide2,punya banyak gagasan2&#8230;sehingga secara langsung melatih mereka berjiwa enterpreuner.</li>
</ul>
<p>Alasan Kedua</p>
<p>Saat ini pasokan pencari kerja dan kekurangan pencipta lapangan pekerjaan. Pada awal tahun 2009 telah lebih dari 890.000 lulusan perguruan tinggi menganggur, padahal setiap tahunnya PT di seluruh Indonesia menghasilkan 300.000 lulusan baru, artinya akan terjadi pertambahan jlh pengangguran secara terus menerus setiap tahun. Ini fakta kasat mata yang menunjukkan kita perlu berinovasi dalam stiap sistem pendidikan kita.</p>
<p>Alasan ketiga</p>
<p>Kita bukan satu-satunya negara tujuan investasi Internasional dan 2015 Uni Asean dan 2025 AFTA, yang akan mengakibatkan banyak perusahaan2 asing, tenaga2 asing masuk ke Indonesia atau Palembang&#8230;Apakah kita rela anak-anak kita menjadi kacung, atau bangsa ini menjadi bangsa kacung</p>
<p>Alasan ke empat</p>
<p>Nicolas Negroponte pada tahun 2007 mencanangkan One Child One Laptop, dengan menciptakan laptop seharga 100 US $. Dia berkata di tahun 2020 akan banyak orang menjadi atasan untuk dirinya sendiri</p>
<p>Alasan kelima</p>
<p>Sekolah adalah lembaga pendidikan dengan jejaring terluas yang sangat dipercaya oleh masyarakat.Masyarakat sudah memiliki persepsi bahwa sekolah adalah paspor masa depan yang lebih baik.KALau mau sukses belajarlah dengan baik,sekolahlah setinggi mungkin&#8230;inikan kebalik dengan kondisi sekarang!</p>
<p>Johannes Agus Taruna</p>
<p>Praktisi Pendidikan</p>
<p>Owner dan Founder Super Bimbel GSC</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/franchise/pendidikan-kewirausahaan-untuk-anak-anak-sejak-dini-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manisnya Bisnis Franchise</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/franchise/manisnya-bisnis-franchise.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/franchise/manisnya-bisnis-franchise.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 01:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Luar biasa potensi perkembangan bisnis di kota Palembang akhir-akhir ini, sehingga tidaklah salah para investor dalam dan luar negeri  mulai  melirik dan berlomba-lomba menginvestasikan bisnisnya di bumi Sriwijaya ini.
Buktinya, pada tanggal 6-8 November 2009 ini dua Expo Franchise besar digelar secara serentak di kota Palembang, bahkan di awal dan dipertengahan 2010 pun kembali digelar Expo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa potensi perkembangan bisnis di kota Palembang akhir-akhir ini, sehingga tidaklah salah para investor dalam dan luar negeri  mulai  melirik dan berlomba-lomba menginvestasikan bisnisnya di bumi Sriwijaya ini.</p>
<p>Buktinya, pada tanggal 6-8 November 2009 ini dua Expo Franchise besar digelar secara serentak di kota Palembang, bahkan di awal dan dipertengahan 2010 pun kembali digelar Expo Franchise sejenis di bumi Sriwijaya ini. Dari bisnis dengan modal investasi dibawah Rp 10 juta hingga di atas Rp 2 Milyard hadir di dua hotel Bintang lima yakni The Arya Duta Hotel dan Novotel Hotel.</p>
<p>Bagaimana pertumbuhan bisnis Franchise alias Waralaba ini di Indonesia?</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kurang menggembirakan yang di akibatkan oleh krisis, justru bias menjadi daya tarik Waralaba. Sehingga pertumbuhan bisnis waralaba di tahun-tahun mendatang diperkirakan akan terus meningkat.</p>
<p>Expo Franchise pertama di Kota Palembang ini diyakini penulis akan mendongkrak secara drastis pertumbuhan bisnis di kota Palembang. Meningkatkan APBD bagi pemerintah setempat, menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas sehingga menyedot pekerja yang sangat banyak dan juga tentunya perputaran uang yang sangat kencang.</p>
<p>Setelah diterbitkannya PP No 42 Tahun 2007 dan Permendag No.31 Tahun 2008, Industri waralaba secara kualitatif terus berkembang dan semakin matang. Sebab, franchising merupakansalah satu pilihan yang memudahkan para pelaku nisnis untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya.</p>
<p>Industri waralaba di tahun 2009 ini sangatlah bergairah, jika di tahun lalu 2008 menurut hasil survey sebuah majalah franchise di Indonesia, tercatat hampir sekitar 800 franchise asing lokal dan lokal maupun <em>Business Oppurtunity (BO)</em>, maka di pertengahan (Juni) 2009 saja telah tercatat hampir 950 bisnis franchise yang telah tumbuh di Indonesia. Dengan populasi masing-masing-masing 156 merek franchise asing dan 544 franchise local dan sisanya business opportunity lokal.</p>
<p>Sejauh ini, dari departemen perdagangan, setidaknya ada 88 bisnis waralaba asing yang terdaftar memiliki lebih dari 1000 outlet dan mempekerjakan 12 ribu karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha waralaba sangat dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia dari segi penyerapan tenaga kerja.</p>
<p>Secara keseluruhan tenaga kerja yang terserap di industri waralaba(asing dan lokal) mencapai 578 ribu, emang sih, belum seberapa jika angka itu untuk mengisi jumlah pengangguran yang mencapai 12 juta jiwa, Setidaknya, jika industri ini terus bergairah, maka pastilah kontribusinya akan bertambah dalam pembukaan lapangan pekerjaan.</p>
<p><em>Market size</em> dari bisnis franchise untuk tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp 81,03 triliun, Sebuah angka yang sangat besar. Kenaikan tersebut disebabkan karena <em>brand </em>dan jumlah outlet baik lokal maupun asing bertambah. Dari jumlah itu, omset yang diraih oleh pemain lokal sebanyak Rp 45,49 triliyun, sedangkan asing mencapai Rp 35,53 triliyun.</p>
<p>Perkiraan angka omset ini dihitung dari rata-rata penghasilan masing- masing outlet dikalikan dengan jumlah outlet yang ada. Angka omset tersebut di dapat dari seluruh total outlet yang ada jumlahnya 31.827 outlet, baik asing maupun lokal.</p>
<p>Jika dipecah, maka diketahui jumlah outlet franchise lokal jauh lebih banyak dibanding asing. Jumlah outlet lokal mencapai 27.454 (86,26%). Sedangkan jumlah outlet dari waralaba asing hanya 4.373 (13,47%)</p>
<p>Dari angka-angka di atas penulis menyimpulkan potensi dan kontribusi bisnis waralaba kian meningkat terhadap perekonomian nasional dan daerah. Karena itu bisnis ini tidak hanya membutuhkan regulasi yang melindungi investor, tetapi juga memerlukan dukungan bagi tumbuhnya pewaralaba nasional yang sedang beranjak dewasa. Harapan saya, Palembang akan menjadi tuan rumah yang bukan hanya baik, tetapi sukses bahkan muncul pula kelak pemain-pemain bisnis waralaba asal Palembang yang mampu bersaing dan sukses baik di kancah nasional maupun internasional.</p>
<p>Selamat datang teman-teman <em>exhibitor</em> di Kota Palembang yang Kaya dan makmur ini .</p>
<p>Simak terus tulisan saya berikutnya di harian ini “Kaya Melalui BIsnis Waralaba”</p>
<p>Johannes Agus Taruna</p>
<p>-         Praktisi bisnis franchise asal Palembang</p>
<p>-         Finalis Young Enterpreuner Franchise Award 2009</p>
<p>-         Finalis Indonesia Franchise Start up Award 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/franchise/manisnya-bisnis-franchise.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Point-point kesuksesan usaha waralaba</title>
		<link>http://www.franchise-gsc.com/franchise/point-point-kesuksesan-usaha-waralaba.html</link>
		<comments>http://www.franchise-gsc.com/franchise/point-point-kesuksesan-usaha-waralaba.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 03:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gsc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.franchise-gsc.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[1 Pada fase pemilihan waralaba, pilihlah jenis waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat Anda, yang Anda yakin akan berkembang dan menguntungkan di masa dekat dan jangka panjang. Hindari memilih jenis waralaba untuk sekedar ikut trend dan sedang banyak digemari semata.
2. Miliki Goal yang jelas dan terukur, dengan jangka waktu yang masuk akal/realistis, dan sesuaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 Pada fase pemilihan waralaba, pilihlah jenis waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat Anda, yang Anda yakin akan berkembang dan menguntungkan di masa dekat dan jangka panjang. Hindari memilih jenis waralaba untuk sekedar ikut trend dan sedang banyak digemari semata.</p>
<p>2. Miliki Goal yang jelas dan terukur, dengan jangka waktu yang masuk akal/realistis, dan sesuaikan kebijakan-kebijakan jangka pendek Anda dengan tujuan yang telah dirumuskan tersebut. Pilah-pilah hal yang perlu dilakukan sekarang, ditunda, atau dihapuskan sama sekali untuk menghemat waktu dan sejalan dengan prioritas kerja.</p>
<p>3. Rumuskan rencana-rencana yang akan mendukung goal Anda tersebut, dan lakukan dengan kegigihan dan semangat, jangan lupa berdoa dan tingkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, jangan lupa bahwa dalam setiap kesuksesan, selalu ada kepedulian terhadap sesama dan pelayanan untuk meningkatkan kualitas hidup orang lain, makin banyak seseorang berkontribusi, maka makin banyak pula seseorang akan menerima imbalannya, hal ini berlaku dalam setiap bisnis, termasuk bisnis franchise.</p>
<p>4. Dapatkan info sebanyak-banyaknya dari pewaralaba dalam setiap kesempatan, baik dalam training, dalam pertemuan, khususnya dalam pertemuan awal, misalnya pada saat franchise expo. Bertanya sebanyak mungkin untuk memperoleh pengetahuan maksimal mengenai bidang usaha yang akan dijalani. Hadiri pameran dan seminar yang berhubungan dengan franchise sebanyak mungkin untuk memperoleh pembanding dan alternatif yagn terbaik.</p>
<p>5. Kerjakan segala sesuatu se-efisien mungkin. Dengan melakukan proses franchise, banyak pihak penerima franchise (terwaralaba) masuk ke dalam pola pemikiran bahwa mengeluarkan uang adalah cara untuk menghemat usaha dan tenaga, dalam titik yang ekstrem hal ini dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak perlu dan pemborosan.</p>
<p>6. Bina hubungan baik dan pertahankan kontak yang intensif dengan pihak pewaralaba dan pihak lain yang telah berhasil di bidang tersebut, dimana kita ketahui bahwa kesuksesan seringkali meninggalkan jejak untuk diikuti.</p>
<p>7. Bersikap jujur dan mempertahankan reputasi. Hal ini perlu diterapkan terhadap semua pihak, baik terhadap pewaralaba, terhadap staff, konsumen, dan bahkan anggota keluarga. Dengan bersikat jujur dan berintegritas tinggi, seorang pengusaha akan memperoleh rasa hormat dari lingkungannya yang akhirnya akan memberikan kemudahan dalam berbagai hal dan aspek usahanya.</p>
<p>8. Gali potensi dan kreativitas, walau dalam sebuah sistem waralaba telah digariskan banyak hal yang dapat mempermudah pelakunya untuk menjalankan usaha, bukan berarti membatasi diri dengan tidak melakukan inovasi dan memanfaatkan kreativitas yang dimiliki, tentunya dengan catatan hal tersebut masih ada dalam ruang lingkup standar yang diberlakukan pewaralaba.<br />
9 Orientasi konsumen, dalam setiap bisnis tentunya harus berfokus terhadap kepuasan konsumen selain juga pada proses pengadaannya. Terlebih lagi pada sebuah usaha waralaba, konsumen akan memandang pelayanan dan kepuasan terhadap produk adalah sebagai bagian dari sebuah citra merk secara keseluruhan.</p>
<p>10. Tetap semangat, bekerja secara berkesinambungan dan terus mengembangkan diri demi tercapainya tujuan hidup, peningkatan dan pertumbuhan secara konstan, yang membuahkan hasil yang pasti dan bukan diperoleh dari jalan pintas dan tidak dapat bertahan lama.</p>
<p><span style="font-size: x-small;"><em>(artikel oleh: franchise-id.com)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.franchise-gsc.com/franchise/point-point-kesuksesan-usaha-waralaba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
