Manisnya Bisnis Franchise

21
Jan

Luar biasa potensi perkembangan bisnis di kota Palembang akhir-akhir ini, sehingga tidaklah salah para investor dalam dan luar negeri  mulai  melirik dan berlomba-lomba menginvestasikan bisnisnya di bumi Sriwijaya ini.

Buktinya, pada tanggal 6-8 November 2009 ini dua Expo Franchise besar digelar secara serentak di kota Palembang, bahkan di awal dan dipertengahan 2010 pun kembali digelar Expo Franchise sejenis di bumi Sriwijaya ini. Dari bisnis dengan modal investasi dibawah Rp 10 juta hingga di atas Rp 2 Milyard hadir di dua hotel Bintang lima yakni The Arya Duta Hotel dan Novotel Hotel.

Bagaimana pertumbuhan bisnis Franchise alias Waralaba ini di Indonesia?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kurang menggembirakan yang di akibatkan oleh krisis, justru bias menjadi daya tarik Waralaba. Sehingga pertumbuhan bisnis waralaba di tahun-tahun mendatang diperkirakan akan terus meningkat.

Expo Franchise pertama di Kota Palembang ini diyakini penulis akan mendongkrak secara drastis pertumbuhan bisnis di kota Palembang. Meningkatkan APBD bagi pemerintah setempat, menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas sehingga menyedot pekerja yang sangat banyak dan juga tentunya perputaran uang yang sangat kencang.

Setelah diterbitkannya PP No 42 Tahun 2007 dan Permendag No.31 Tahun 2008, Industri waralaba secara kualitatif terus berkembang dan semakin matang. Sebab, franchising merupakansalah satu pilihan yang memudahkan para pelaku nisnis untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Industri waralaba di tahun 2009 ini sangatlah bergairah, jika di tahun lalu 2008 menurut hasil survey sebuah majalah franchise di Indonesia, tercatat hampir sekitar 800 franchise asing lokal dan lokal maupun Business Oppurtunity (BO), maka di pertengahan (Juni) 2009 saja telah tercatat hampir 950 bisnis franchise yang telah tumbuh di Indonesia. Dengan populasi masing-masing-masing 156 merek franchise asing dan 544 franchise local dan sisanya business opportunity lokal.

Sejauh ini, dari departemen perdagangan, setidaknya ada 88 bisnis waralaba asing yang terdaftar memiliki lebih dari 1000 outlet dan mempekerjakan 12 ribu karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha waralaba sangat dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia dari segi penyerapan tenaga kerja.

Secara keseluruhan tenaga kerja yang terserap di industri waralaba(asing dan lokal) mencapai 578 ribu, emang sih, belum seberapa jika angka itu untuk mengisi jumlah pengangguran yang mencapai 12 juta jiwa, Setidaknya, jika industri ini terus bergairah, maka pastilah kontribusinya akan bertambah dalam pembukaan lapangan pekerjaan.

Market size dari bisnis franchise untuk tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp 81,03 triliun, Sebuah angka yang sangat besar. Kenaikan tersebut disebabkan karena brand dan jumlah outlet baik lokal maupun asing bertambah. Dari jumlah itu, omset yang diraih oleh pemain lokal sebanyak Rp 45,49 triliyun, sedangkan asing mencapai Rp 35,53 triliyun.

Perkiraan angka omset ini dihitung dari rata-rata penghasilan masing- masing outlet dikalikan dengan jumlah outlet yang ada. Angka omset tersebut di dapat dari seluruh total outlet yang ada jumlahnya 31.827 outlet, baik asing maupun lokal.

Jika dipecah, maka diketahui jumlah outlet franchise lokal jauh lebih banyak dibanding asing. Jumlah outlet lokal mencapai 27.454 (86,26%). Sedangkan jumlah outlet dari waralaba asing hanya 4.373 (13,47%)

Dari angka-angka di atas penulis menyimpulkan potensi dan kontribusi bisnis waralaba kian meningkat terhadap perekonomian nasional dan daerah. Karena itu bisnis ini tidak hanya membutuhkan regulasi yang melindungi investor, tetapi juga memerlukan dukungan bagi tumbuhnya pewaralaba nasional yang sedang beranjak dewasa. Harapan saya, Palembang akan menjadi tuan rumah yang bukan hanya baik, tetapi sukses bahkan muncul pula kelak pemain-pemain bisnis waralaba asal Palembang yang mampu bersaing dan sukses baik di kancah nasional maupun internasional.

Selamat datang teman-teman exhibitor di Kota Palembang yang Kaya dan makmur ini .

Simak terus tulisan saya berikutnya di harian ini “Kaya Melalui BIsnis Waralaba”

Johannes Agus Taruna

-         Praktisi bisnis franchise asal Palembang

-         Finalis Young Enterpreuner Franchise Award 2009

-         Finalis Indonesia Franchise Start up Award 2009



Limosin Creative