Presiden Mencanangkan Pendidikan Kewirausahaan sejak SD bahkan TK. Enterpreunership mampu menolong diri sendiri untuk menolong orang lain.
Beda Pengusaha VS Enterpreuner
Kalau Enterpreuner pasti pengusaha, kalau pengusaha belum enterpreuner. Seorang Pengusaha bisa menjadi pengusaha bisnis karena warisan,pemberian,atau fasilitas khusus. Tidak demikian dengan seorang Enterpreuner dia memulainya dari ”nol”. Dengan modal tekad, ketekunan,kreatifitas,inovasi dan daya juang yang tinggi akhirnya lahir seorang enterpreuner sejati.
Enterpreuner sejati inilah yang akhirnya mampu menolong banyak orang lewat usaha, bisnisnya…karena proses yang teruji biasanya usaha/bisnisnya tahan uji, panjang umurnya…sementara ….
Fenomena kedua
- JumlahEnterpreuner di Indonesia terlalu sedikit
- Singapore memiliki enterpreuner sebanyak 7,2 % dari total pemduduk. Padahal tahun 2001 hanya tercatat 2,1 persen
- Amerika Serikat dari 280 juta pddknya jumlah enterpreunernya sekitar 2,14 %
Sementara Indonesia dari total jumlah penduduk sekitar 230 jt hanya 0,18 % setidaknya Indonesia membutuhkan 4,4 juta enterpreuner.
Fenomena pertama
- Minat PNS Tinggi sekali, tetapi peluangnya sedikit. Dari ratusan ribu jumlah pelamar paling tinggi hanya 20% yang diterima, 80%nya ke mana ?
- Satu lowongan kerja diperebutkan oleh 200 pelamar
- Sebuah Televisi Swasta Nasional membuka lowongan pekerjaan di sebuah media surat kabar paling besar di Indonesia, lebih dari 110.000 pelamar kerja bersaing mendapatkan 500 kesempatan kerja. Sungguh menyakitkan satu lowongan kerja diperebutkan 200 pelamar.
- Banyak yang kerja tidak sesuai kompetensinya. Sarjana A kerja di kompetensi B, sehingga tidak maksimal dan tidak enjoy…diakibatkan karena lapangan pekerjaan yang terbatas.
- Menjadi TKI karena lowongan pekerjaan sangat langka
- Pengangguran terdidik sangat besar jumlahnya di Indonesia. Setiap tahun seluruh PT di Indonesia paling tidak menghasilkan > 300 ribu lulusan. Sebagai contoh tahun lalu terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi, namun daya serap lapangan kerja untuk mereka terlalu sedikit, Februari 2009 lalu paling tidak ada 890.000 lulusan perguruan tinggi yang menganggur,Sungguh angka yang sangat mencemaskan.Dalam waktu enam bulan,dari Agustus 2008 hingga Februari 2009, pengangguran terdidik naik sebesar 66.578 orang(9,88 persen), artinya dalam setahun naik mencapai 20 persen.
- Untuk menekan laju jumlah pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan inilah Presiden mencanangkan pendidikan sebagai salah satu strategi , salah satu solusinya.
Mengapa melalui pendidikan ?
Alas an Pertama
Apa yang akan terjadi di masa depan dicerminkan oleh apa saja yang terrjadi saat ini dalam dunia pendidikan. Kalau sejak kini Indonesia melakukan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah, maka pada masa mendatang akan muncul enterpreuner-enterpreuner muda dan baru. Kalau kita tidak mengajarkan Enterpreunership maka Enterpreuner-Enterpreuner baru hanya akan tumbuh secara kebetulan saja.
Selama lebih dari 10 tahun saya bersyukur kepada Tuhan diberi kesempatan banyak belajar dari pengalaman hidup ini,kemudian memiliki sebuah lembaga pendidikan non formal yang sudah mulai dikenal di seluruh Indonesia. Dari lembaga pendididikan ini secara langsung atau tidak langsung muncul puluhan bahkan saya percaya nanti akan menjadi ratusan, mereka adalah pemimpin2 di outletnya, generasi muda yang enterpreunerial padahal sebenarnya mereka tidak berasal dari keluarga enterpreuner…mengapa ini bisa terjadi?
- Karena mereka dilatih dengan budaya yang kental, keinginan kuat untuk belajar dan mau mengembangkan diri.budaya yang mempengaruhi mindset,pola pikir,cara kerja dan kebiasaan mereka sebagai profesional2 muda.
- Saya memang sengaja memberi pelatihan2 atau tambahan pendidikan bisnis sebanyak mungkin kepada profesional muda saya
- Memberikan pengalaman lamgsung kepada profesional muda tersebut, dengan memberikan kewenangn2 besar (tentu dengan tanggung jawab),sehingga lsg tidak lsg mendorong mereka berpikir kreatif dan inovatif , punya byk ide2,punya banyak gagasan2…sehingga secara langsung melatih mereka berjiwa enterpreuner.
Alasan Kedua
Saat ini pasokan pencari kerja dan kekurangan pencipta lapangan pekerjaan. Pada awal tahun 2009 telah lebih dari 890.000 lulusan perguruan tinggi menganggur, padahal setiap tahunnya PT di seluruh Indonesia menghasilkan 300.000 lulusan baru, artinya akan terjadi pertambahan jlh pengangguran secara terus menerus setiap tahun. Ini fakta kasat mata yang menunjukkan kita perlu berinovasi dalam stiap sistem pendidikan kita.
Alasan ketiga
Kita bukan satu-satunya negara tujuan investasi Internasional dan 2015 Uni Asean dan 2025 AFTA, yang akan mengakibatkan banyak perusahaan2 asing, tenaga2 asing masuk ke Indonesia atau Palembang…Apakah kita rela anak-anak kita menjadi kacung, atau bangsa ini menjadi bangsa kacung
Alasan ke empat
Nicolas Negroponte pada tahun 2007 mencanangkan One Child One Laptop, dengan menciptakan laptop seharga 100 US $. Dia berkata di tahun 2020 akan banyak orang menjadi atasan untuk dirinya sendiri
Alasan kelima
Sekolah adalah lembaga pendidikan dengan jejaring terluas yang sangat dipercaya oleh masyarakat.Masyarakat sudah memiliki persepsi bahwa sekolah adalah paspor masa depan yang lebih baik.KALau mau sukses belajarlah dengan baik,sekolahlah setinggi mungkin…inikan kebalik dengan kondisi sekarang!
Johannes Agus Taruna
Praktisi Pendidikan
Owner dan Founder Super Bimbel GSC


